Sekapur Sirih. Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah, Waktu
terus berjalan tumbuh, Mengganti
daun-daun kuning yang mulai rapuh, Biarlah
typhoon mengguruh, gempa melanda, salju menimbun, Fumiku
tetap tumbuh, berkembang dari waktu ke waktu....
( Asep Saepuloh /11 Jan 2008 )
Ide Awal Kelahiran Fumiku
Kelahiran Fumiku
memiliki cerita yang cukup panjang dan unik yang melibatkan saudara-saudara
dari Malaysia, Afrika, Cina dan berbagai negara lainnya. Bermula dari sepakbola
ria di daerah aliran sungai Shirakawa belakang kampus Universitas Kumamoto-lah
proses itu dimulai, selebihnya hanya bola salju yang menggelinding dengan
sendiri-nya.
Selain pelepas rasa suntuk setelah bertemu dengan pembimbing yang reseh, riset
yang melelahkan, revisi jurnal yang membuat mumet, tagihan bulanan menumpuk,
rasa sepi jauh dari keluarga, sepak bola ria ini juga berfungsi untuk
mengeratkan tali silahturahmi antara saudara sebangsa, mengobrol, bagi-bagi
info toko yg sedang discount, dan lain sebagainya. Kami tidak perlu gawang yang
bagus dengan banyak pemain yang pinter gocek bola, hanya dengan pemain seadanya
dan gawang dari sepatu yang kadang-kadang pindah digeser anjing yang sedang
jalan ....sudah cukup !
Foto 1. Dari kanan ke Kiri: Pak Syafar, Pak
Nur, Pak Wahyu, Pak Asep, Alan-san, Pak Marlo, dan Br. Osama
Waktu terus berjalan, pemain semakin banyak
berdatangan, bergabung bersama tim sepakbola ria ini. Tidak hanya saudara
sebangsa yang datang, juga dari bangsa-bangsa lain ikut nimbrung, sehingga nama
tim sepakbola ria ini nyaris hilang (Foto 1). Ya...!, kami perlu nama, perlu
kaos pembungkus biar mudah dikenali. Akhirnya wacana pun dilayangkan dan
diposting ke milist Indo-Malay yang dimoderatori oleh Pak Satria. Milist Indo-Malay
adalah milist tunggal untuk komunitas Indonesia-Malaysia pada waktu itu.
Mulanya wacana sederhana yaitu membuat seragam bola, tetapi membengkak menjadi
wacana besar membentuk komunitas Indonesia di Kumamoto. Diskusi berjalan di
milist Indo-Malay cukup panjang, sampai akhirnya tersadar, kalau milist itu
tidak hanya milik orang Indonesia saja, tetapi juga Malaysia. Akhirnya, diskusi
dimilist Indo-Malay di-skip dan diganti dengan diskusi email berantai dengan cc
yang panjang berekor. Mulanya biasa saja, tapi kelamaan rasanya tidak nyaman
harus “reply all” terus dan mulai terfikir untuk membuat milist orang-orang
Indonesia yang ada di Kumamoto.
Proses Kelahiran
Semuanya merenung, kira-kira apa nama yang paling
cocok untuk milist komunitas kita. Akhirnya muncul satu usulan nama yaitu FUMIKo, Forum Ukhuwah Muslim Indonesia di KumamotO. Namanya sudah berbau Jepang,
walaupun entah apa artinya, hanya dari segi estetika pemenggalan kata itu tidak
sesuai EYD karena akronim Kumamoto
bukan Ko melainkan Ku, akhirnya dipilihlah FUMIKu. Wacana tersebut terus
berlanjut, tidak hanya nama tapi juga kepanjangan, karena waktu itu ada yang
keberatan dengan istilah Muslim.
Alasannya sederhana, yaitu bahwa orang Indonesia suatu saat tidak akan hanya
Muslim saja, mingkin juga akan datang non-Muslim sehingga dia akan merasa
tersisihkan. Akhirnya masuk ide kepanjangan baru yaitu: Forum Ukhuwah Masyarakat
Indonesia di Kumamoto. Kepanjangan ini cukup ampuh untuk mengobati rasa khawatir
kalau non-Muslim tidak diakui dan tersisihkan. Entah kepanjangan mana yang bisa
diterima tidak ada yang tahu, hanya waktu yang akan menjawabnya. Dan sekarang
mulai terbukti Muslim itu tidak pernah dan tidak akan pernah menyisihkan
siapapun walaupun itu beda agama. Siapaun boleh masuk komunitas Fumiku,
siapapun selama bisa membaca email dipersilahkan masuk. Hanya dengan catatan,
siap-siap menerima tulisan berbau nasihat-nasihat ringan ke-Islaman. Bukan
untuk mengajak pindah agama bagi yang sudah punya agama, tetapi hanya pengingat
bagi sesama Muslim dan introduce kepada anggota non-Muslim tentang Islam.
Akhirnya 26 Desember 2006, milist Fumiku terbentuk dengan Google email ( Gmail
) yang terpilih sebagai mediator dengan berbagai alasan. Salah satunya selain
kapasitas yang lebih dari 1GB, Gmail bersih dari iklan bergambar dengan filter
spam yang cukup ampuh.
Logo Fumiku
Fumiku bukan/belum menjadi oraganisasi resmi sampai
saat ini, tetapi sering mengadakan kegiatan yang memerlukan logo. Singkat kata,
logo Fumiku pun dirancang oleh Pak Marlo dan dimodifikasi oleh saya sendiri
sampai akhirnya jadi (Gambar 1). Dengan warna dasar merah, yang melambangkan
keberanian dalam membela kebenaran. Setiap lekuk dan coretan sebenarnya
memiliki makna, terlalu panjang untuk diurai satu pesatu. Hanya 2006 itulah
kuncinya, sebagai tahun kelahiran Fumiku.
Gambar 1. Logo Fumiku
Fumiku terus
bergerak, tidak hanya nama milist tetapi juga merepresentasikan kehidupan
islami masyarakat Indonesia di Kumamoto.
Fumiku adalah wadah nasihat menasihati antara sesama Muslim, dan wadah
pengenalan Islam untuk anggota yang tidak beragama Islam. Fumiku tidak liberal
tetapi juga tidak sekuler. Fumiku punya warna, yaitu Islam. Islam yang lembut,
yang ramah, yang baik untuk sesama, yang Rahmatan lil'alamin...jauh dari
terorisme, destruktif, dan sejenisnya.
Kegiatan Awal
Fumiku
Kegiatan Fumiku beragam mulai dari kegiatan mingguan
sampai tahunan. Kegiatan mingguan berupa sepak bola suka-suka, kegiatan dua
minggu berupa pengajian sederhana, kegiatan bulanan berupa pengajian dengan
IPTIJ-Kumamoto ( Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia Jepang-Kumamoto ), dan
kegiatan tahunan berupa BBQ ( barbeque !, bukan Belajar Baca Quran lho ya.. ),
maka bersama di restaurant dan lain sejenisnya. Kegiatan mingguan, bulanan dan
tahunan masih berlanjut, hanya kegiatan dua mingguan agak menyedihkan karena
terhenti entah mengapa. Dulu, pengajian dua mingguan itu rutin, pindah dari
satu tempat ke tempat lain, baik bapak-bapak/om-om maupun ibu-ibu/mba-mba
bergiliran tempat.
Namanya memang serem " pengajian ", tetapi didalamnya tidak seserem
dan serumit itu. Disana dibacakan Al-Quran barang satu atau dua ayat, sisanya
diskusi dan ditutup makan-makan. Tempat pengajian dan menu sajian tidak perlu
dirisaukan, selama bisa duduk dan ada yang dapat diminum untuk menghilangkan
haus sudah cukup. Family dan single dapat jatah yang sama, walaupun tipe sajian
kadang berbeda. Desak-desakan dengan hanya minum air putih sudah lebih dari
cukup. Berikut suasana pengajian yang dilakukan di kaikan kamar saya pada
masa-masa awal Fumiku (dormitori A502). Setelah pengajian semuanya tersenyum
lebar walapun kamarnya sempit karena untuk single, tetapi tetap menyenangkan
(Foto 2).
Foto 2. Dari kanan ke kiri: Pak Mukhtar, Pak Wahyu, Pak Syafar, Pak
Nur, dan Pak Asep
Kehidupan Fumiku unik, karena berisi ke-aneka
ragaman dalam keseragaman. Berbeda asal muasal, berbeda suku, berbeda adat
tabiat, berbeda umur, dan puluhan beda lainnya tidak membuat Fumiku bercerai
berai. Fumiku tetap solid dengan motto Rahmatan lil alamin-kebaikan untuk
semesta alam-nya. Bagi Fumiku berbeda itu biasa, untuk itulah mengapa nomor
sepatu bervariasi karena semua kaki memiliki ukuran sendiri.
Kegiatan Fumiku Saat Ini
Sampai tulisan ini diedit terakhir, Alhamdulillah
Fumiku terus maju. Berbagai kegiatan telah berjalan dan yang terbesar sampai
saat ini adalah PWEP (Pelatihan Kewirausahaan dan Edukasi Perbankan-2009, Foto
3) yang melibatkan WGTT, kedutaan RI, BNI Tokyo, IMM Japan, Warung Indonesia,
dll. Alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancar. Kegiatan satu
mingguan pun meningkat dengan bertambahnya aktifitas olahraga berupa badminton
rutin. Para “atlet” badminton Fumiku berlatih dengan keras setiap mingu dan
terkadang melakukan pertandingan persahabatan ke luar Kumamoto. Kegiatan dua
mingguan pun tidak kalah, pengajian keliling sdh berjalan lagi dan semakin
aktif. Kali ini selain tempatnya berpindah, pemberi tauyiah-nya pun bergantian
satu dan lainnya. Kegiatan yang tidak rutin selalu ada, hampir setiap bulan ada
kegiatan keluar bersama-sama.
Foto 3. Dari kanan ke kiri: Alifa sama ibunya, Mbak Yunik, Mas Deko,
Mbak Ve, Pak Heri, Mas Ali, Mas Eko, Pak Fauzi (WGTT), Pak Marlo, Mas Harsono,
Pak Irwan, Mas Bambang, Pak Nadhir, Pak Arief(AnakNegri.com), Pak Hidayat (BNI), dan Pak Asep.
Penutup
Akhir kata, tidak ada gading yang tak retak, segudang maaf dibutuhkan untuk
menghapus segudang kekhilafan, khusus-nya dari saya pribadi maupun sebagai moderator
Fumiku. Mungkin ada salah kata, baik lisan, tulisan, ataupun perbuatan, mohon
maaf yang sebesar-besarnya. Wallahualam. Jika benar itu datangnya dari Allah
dan jika salah itu dari saya pribadi karena Allah tidak pernah salah. Terima
kasih.
Wassalamualaikum,
Kumamoto, 11 Januari 2008 (edit: 24 Juni 2009)